Untitled II

Menarik napas dalam-dalam sembari memejamkan mata. Aku pun mulai memasuki jurang terdalamku. Di sana segala memori terburuk meracau dalam benak dan pikiranku. Detak jantung yang mulai tak beraturan membuatku sulit bernapas dengan normal. Aku yang terkapar dan terbujur di atas ranjangku hanya bisa meringis merasakan perih "di sini". Tepat "di sini" aku merasakan sakitnya. "Di sini" tersimpan begitu banyak hal yang tak dapat tersampaikan. Mungkin lebih tepatnya kesalku, geramku, amarahku yang tak tersampaikan. Perih sekali hingga membuatku meneteskan air mata yang entah sudah berapa banyak yang aku keluarkan selama ini. Mungkin tak sekali ini aku menangis dalam diam. Sehingga aku pun berada dalam puncak yang tak mampu lagi aku tahan. Akan tetapi, hanya ini dan selalu hanya ini yang dapat aku lakukan saat puncak geramku mencapai batas. Memori-memori buruk yang terlintas itu rasanya ingin aku robek menjadi serpihan. Namun, apabila aku bisa dan mampu. Kapan aku dapat melalui garis merah ini yang sampai saat ini tak bisa ku lewati?

posted under |

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

About me

Foto saya
Aku dengan duniaku yang berwarna. Aku dengan hidupku yang berliku. Aku dengan pikiranku yang tak sama. Aku dengan hatiku yang tak selaras. Inilah aku dengan segala yang aku punya :)

Followers

    Total Tayangan Halaman


Recent Comments